Senin 23 September 2013


Assalammualaikum Wr. Wb

Senin 23/09/'13 ( 23.28 )
  Dimalam yang mungkin tidak lagi melelahkan, karena kebiasaan :) ingin sekali bercerita.


Dalam hidupku aku selalu mengingat tiga perkara :

1. aku senang tapi allah tak senang
2. aku tak suka tapi allah suka
3. aku suka dan allah suka.

tiga hal itu yang dihari-hariku selalu kujalankan. aku merasa ingin menjadi pemimpin khalayak - pandangan mereka selalu atau bahkan tidak selalu baik terhadapku.

suatu hari begitu Pede-nya berorasi dalam jajaran rakyat-rakyat yang mengauk-ngauk minta sejumlah keindahan, aku bicara selontar sepekan kalimat indah bagi mereka, anehnya mereka langsung percaya terhadapku. kiraku aku ini Pemimpin hanya karena Kharisma, yang mereka impikan, sayangpun setiap aku yang memimpin tiada mampu aku menggapai langit itu. banyak mungkin kekecewaan mendasar dari mulai komunikasi, dan rasa hormat.

beberapa pekan hal mendasar memang membuat rasa hormat mereka melonjak keatas langit, tapi turun begitu cepat dengan gravitasi tanpa gesekan apapun di atmosfer bumi, sehingga begitu jatuh, mereka terlanjur jatuh terlalu dalam hingga tak mampu bangkit. kekurangan rasa hormat inilah yang membuat suatu system seperti bekerja sendiri dan sepertikan sepeda yang turun dari tebing yang terjal tanpa rem. 

apalah yang mereka dapat ?
bukannya ilmu, tapi malah gengsi kekuasaan yang mereka jalani. Oke zaman memang berubah tapi adakalanya ilmu merubah zaman, kalaupun itu sulit dengan karakter "manusia" sekarang ini.

banyak meminta dan banyak dipinta menjadi seorang yang tangguh dalam organisasi dan mengorganisir, tapi risih saya bilang "ini karakter manusia 68 tahun kemerdekaan" lagi-lagi yang mereka katakan hanyalah Maju, Maju yang tanpa Usaha dan Konsep, hanya beberapa dari mereka yang memiliki kharakter khas untuk jadi kandidat yang mungkin tidaklah mereka inginkan. banyak orang berkata "Untuk menjadi seorang manusia sempurna cukup jadi pemimpin diri sendiri".


# Suatu saat mungkin akan aku tinggalkan mereka seperti mereka meninggalkan aku saat system berjalan, dan akulah yang berjalan sendirian. tak ada lagi ratapan masa depan dibenakku kali ini, mimpipun tak mampu apalagi usaha ! Menginginkan "kesempurnaan tidaklah karena Bakat, tapi karena Usaha"

0 Comments