1.
Melaksanakan pembangunan disegala bidang
2.
Mengadakan penataran p4 ( istilah Pancasila )
3.
Mencanangkan Pancasila sebagai azas tunggal
4.
Dampak menguatnya peran negara terhadap
kehidupan masyarakat
1.
Melaksanakan pembangunan disegala bidang
a.
Pemangunan disegala bidang terbagi dalam dua
tahapan. Pembangunan Jangka panjang tahap pertama ( PJPT I ) dan pembangunan
jangka panjang tahap kedua ( PJPT II ) dalam setiap tahapan terbagi menjadi
lima Pelita.
b.
PJTP I dimulai dengan Pelita I ( April 1969)
sampai pelita V ( 31 Maret 1994 ).
c.
PJPT II dimulai dengan Pelita VI ( Tanggal 1
April 1994 sampai dengan Pelita X (31 Maret 2019)).
d.
Itulah
sebabnya, maka masa Orde Baru sering
juga dikenal Masa Pembangunan. Karena keberhasilannya dalam pembangunan, maka
Presiden Soeharto kemudain mendapat julukan sebagai “Bapak Pembangunan”. Hal
ini dikukuhkan dalam ketetapan MPR No. V/MPR/1983.
e.
Dengan adanya pembangunan disegala bidang,
khususnya bidang ekonomi terutama pertanian Indonesia pada ahun 1988 berhasil
mencapai predikat swasembada pangan.
Itulah sebabnya ketika berlangsung konferensi
pangan sedunia di Paris tahun 1988, Presiden Soeharto mendapatkan
penghargaan dari FAO, karena berhasil berswasembada pangan.
2.
Mengadakan Penataran P-4
a.
Penataran pedoman penghayatan dan pengalaman
Pancasila ( P-4) atau Ekaprasetya Pancakarsa. P-4 ini tidak merupakan tafsir
Pancasila sebagai dasar negara dan juga tidak bermaksud menafsirkan Pancasila
dasar negara sebagaimana tercantum dalam pembukaan UUD 1945. Batang tubuh, dan
penjelasannya. P-4 ini merupakan penuntun dan pegangan hidup dalam kehidupan
bermasyarakat, berbangsa, bernegara bagi setiap warga negara Indonesia, setiap
penyelenggara negara serta setiap lembaga kenegaraan dan lembaga
kemasyarakatan, baik di pusat maupun di daerah dan dilaksanakan secara bulat
dan utuh,
b.
Adanya penataran P4 ini dikukuhkan dalam
ketetapan MPR NO. II/MPR/1978. Pelaksanaan penataran dimulai dari jajaran
pegawai negeri dari tingakat pusat hingga tingkat daerah.
3.
Mencanagkan Pancasila sebagai asas tunggal
a.
Pencanangan Pancasila sebagai asas tunggal
dimulai dengan adanya penyederhanaan partai politik yang ada di Indonesia.
Seperti telah kita ketahui bersama bahwa ketika pemilihan umum tahun 1971
diikuti oleh 9 ( sembilan ) Partai Politik dan 1 ( satu ) Golongan Karya, maka
pada pemilu tahun 1977 dari kesembilan Partai Politik dan satu Golongan Karya
tersebut disederhanakan menjadi 2 ( dua ) Partai Politik, Yakni Partai
Persatuan Pembangunan ( PPP ) dan Partai Demokrasi Indonesia ( PDI) dan 1 ( satu ) Golongan Karya.
b.
Adanya 2 ( Dua ) Partai Politik, yakni Partai
Persatuan Pembangunan ( PPP ) dan Partai Demokrasi Indonesia ( PDI ) dan 1 (
satu ) Golongan Karya sebagai kontestan dalam pemilihan umum berlangsung hingga
Rezim Orde Baru.
4.
Adanya Dwi Fungsi Abri
a.
ABRI melaksanakan fungsi sebagai kesatuan
pertahanan keamanan dan sebagai kekuatan sosial politik.
b.
Dalam rangka melaksanakan fungsi sosial politik,
ABRI berperan sebagai stabilisator dan dinamisator dalam pembangunan nasional.
ABRI Juga memiliki wakil dalamn MPR yang dikenal dengan nama Fraksi ABRI.
Dengan demikian kedudukan ABRI dam pemerintahan Orde Baru sangat dominan.
5.
Dampak menguatnya pernan negara terhadap
kehidupan masyarakat.
a.
Dengan munculnya pemerintah orde baru yang
ditandai dengan adanya pembangunan disegala bidang yakni dengan Program Pelita
1 dimulai sejak tanggal 1 April 1969 sampai dengan berakhirnya pembangunan
jangka panjang tahap pertama ( PJPT I ) telah membawa perubahan kehidupan
bermasyarakat, bangsa dan negara ke dalam kehidupan yang mapan.
b.
Menguatnya peran negara khususnya dalam bidang
politik, sebenarnya telah nampak tahun
adanya pemilu 1987, dimana pemilu pada tahun 1971 dengan diikuti oleh 9 (
sembilan ) kontestan, maka sejak pemilu 1987 adanya sembilan kontestan tersebut
disederhanakan menjadi 3 kontestan, yakni 2 ( dua ) parpol yakni Partai
Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Demokrasi Indonesia ( PDI ) dan satu
Golongan Karya ( Golkar ).
c.
Keberadaan 3 ( tiga ) kontestan ini terus
beralngsung hingga akhir pemerintahan Orde Baru . dengan adanya pembatasan
partai politik dalam pemerintah, membawa damapak pada kehidupanmasyarakat yang
terkekang, kurang bebas untuk menyalurkan aspirasinya.
d.
Demikian juga dibidang pertahanan dan keamanan (
Hankam ), dengan adanya Dwi Fungsi ABRI, yakni ABRI sebagai kekuatan sosial dan
kekuatan politik, kondisi keamanan dan pertahanan sering dinyatakan dengan
ungkapan “aman terkendali”. Memang dalam hal banyak anggota ABRI yang duduk
dalam lembaga pemerintah baik pusat maupun di daerah termasuk juga adanya
Fraksi ABRI dalam DPR dan MPR. Itu semua, ikut serta dalam upaya
memantapkan kondisi pertahanan dan
keamanan negara di bawah orde abru.
e.
Demikian juga peran dan partisipasi masyarakat
menjadi lemah karena ada “ sistem komando “ dari atas. Rakyat kurang bebas
dalam kiprahnya baik bidang politik, ekonomi, sosial, dan budaya. Akibatnya
ketika Rezim Orde Baru runtuh dan merebaknya tuntutan otonomi daerah banyak
daerah yang belum siap untuk melaksanakannya.
0 Comments