Hari itu ?

Hari itu ? 
Oleh 
Taufik Muhamad Riyadi
          365 hari dalam hitungan masehi yang selalu menjadi kenangan, sejarah, cerita di dalamnya. Kita selalu tahu dalam satu tahun ada peringatan hari hari tertentu, mau itu seremonial ataupun aksi, demonstrasi menuntut kesejahteraan. 
         Di balik retorika seperti ini seringkali kita mengabaikan bahwa yang kita sebut aksi, adalah protes terhadap petinggi negeri yang kebijakaannya belum sampai mensejahterakan rakyatnya, padahal dibalik daripada itu secara tidak langsung kita sedang memprotes diri kita sendiri sebagai agen perubahan. Kita terlalu banyak menuntut, dan lupa apa yang seharusnya kita berikan untuk negeri ! Apa yang seharusnya menjadi sejarah dari kita untuk negara. 
              Semua kebijakan pasti berujung pada public walfare, tapi kenapa ? Dua puluh persen (20%) anggaran pendidikan indonesia sejak presiden Susilo Bambang Yudhoyono mempimpin tidak pula mensejahterakan pendidikan. Apa yang salah dengan negeri ini ? Mengapa ?  dan yang bisa menjawabnya hanya generasi mudanya.
            3 hari lagi adalah peringatan 2 tahun pemerintahan jokowi-jk, lantas bagaimana dengan kesejahteraan, keamanan, kebebasan di negeri ini ? Lalu apa arti peringaatan hari hari itu.... hari yang penuh retorika mengajak menuntut kesejahteraan tapi kitanya sendiri tidak pernah berbuat apapun. 
            
Akankah pribumi indonesia bernasib sama dengan indian ? Pribumi Amerika, Yang kehilangan kepemilikan, kehilangan sejarah dan budaya, serta kehilangan penguasaan atas Tanah Airnya

Terimakasih.

0 Comments